Cetak

Nasib orang siapa yang tahu. Istilah ini sepertinya cocok untuk menggambarkan Iyus Gusmana. Meski berprofesi sebagi tukang urut, Iyus berhasil mendapat satu kursi di DPRD Kota Serang.

Profesi tukang urut ini dijalani Iyus sejak empat tahun lalu. ‘Bakat’ memijat Iyus sepertinya merupakan keahlian turun menurun.

“Saya menekuni pekerjaan ini (urut) sejak 4 tahun yang lalu sekitar pertengahan 2010. Istri saya malah sejak 2006 dan memang mertua saya sudah berprofesi ini sejak 1998, jadi ini ilmu turun temurun,” kata caleg dari PKS untuk DPRD Kota Serang dapil Kota Serang 2 ini saat berbincang dengan detikcom, Rabu (30/4/2014).

Meski bukan pekerjaan tetap, namun penghasilan dari tukang urut mampu membiayai Ibu kandung yang ikut bersama dirinya dan ketiga orang anaknya. “Walaupun tidak tetap, tapi saya merasa sangat cukup untuk membiayai keluarga saya,” imbuhnya.

Pencalegan yang membuat dirinya harus berkeliling ke 6 kelurahan yakni Cipare, Kagungan, Cimuncang, Kota Baru, Lontar Baru, dan Serang di dapilnya ini, dijalaninya tanpa dana yang besar seperti caleg yang lainnya. Keikhlasan itulah yang ternyata membuat warga yang didatanginya merasa terkesan.

“Saya sangat terkesan dengan Pak Iyus ini. Dari bicaranya masuk ke hati,” ujar Lukman Alhakim, warga Kota Serang yang pernah didatangi Iyus.

Ketulusan perjuangan Iyus membuahkan hasil, dirinya terpilih menjadi anggota DPRD Kota Serang period mendatang. Menurut rekapitulasi hasil pemungutan suara, Iyus mendapat 4.770 suara dari dapil II Kota Serang. Perolehan suara yang cukup untuk membuatnya menatap kursi dewan sebagai tugas barunya.

Cetak

Tulis Komentar

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan