Cita-cita setinggi bintang di langit
Cetak

Sebuah kisah haru.

Duta besar Arab Saudi bercerita tentang kunjungannya ke Jawa Barat, ke salah satu Madrasah Ibtidaiyah di Prop. Jawa Barat.

Dalam kunjungannya beliau meninjau kondisi ruang-ruang kelas di madrasah pedalaman Tanah Sunda tersebut.

Ketika masuk kelas 5, di dinding kelas tersebut terpampang tugas-tugas siswa. Tugas itu adalah tugas bahasa Arab, masing-masing siswa di kelas itu harus menempelkan cita-citanya di dinding kelas dalam bahasa Arab.

Ada yang menulis cita-cita bila besar kelak ingin jadi dokter, guru, mubaligh, presiden….. dan lainnya…

Sang Duta Besar berhenti pada salah satu tulisan siswa dalam bahasa Arab yang artinya,

“Bila besar nanti saya ingin memberangkatkan haji kedua orang tua saya.”

Sang Duta Besar bertanya pada siswa di kelas tersebut,
“Siapa yang menulis cita-citanya ingin memberangkatkan haji ibu bapaknya?”

Berdirilah seorang siswa laki-laki kurus.

Duta Besar : “Siapa namamu?”

Siswa  : “Sulaiman, yang mulia.”

Duta Besar : “Betulkah bila besar nanti kau akan menepati janjimu memberangkatkan haji kedua orang tuamu?”

Siswa  : “Insya’ Allah yg mulia.”

DutaBesar: “Orang tuamu kerja apa?”

Siswa  :  “Buruh tani”

Duta Besar : “Saudaramu berapa?”

Siswa :”satu kakak prempuan, yang mulia”

Duta Besar : “Kalau kedua orang tuamu, kakakmu dan  kamu tidak keberatan, kami atas nama Kerajaan Saudi Arabia mengundang keluargamu untuk berkunjung ke Baitullah menunaikan haji tahun ini sebagi tamu Allah dan tamu kerajaan Arab Saudi.”


Subhanallah..

Alangkah indahnya hidup ini, alangkah dahsyatnya cita-cita, yang hanya digantung di dinding sekolah saja bisa jadi kenyataan. Tidak ada hal yang tidak mungkin bagi Allah bila kita yakin.

Cetak

Tulis Komentar

Tinggalkan Balasan