Cetak

Belajar dari Abdullah bin Ummi Maktum, sahabat Rasulullah yang tuna netra.. Dalam keterbatasan, beliau mencari2 alasan untuk terus berperan

Dalam usia senja & tuna netra, beliau memaksa untuk ikut dalam Perang Qadisiyyah melawan Persia. Umar ra sempat melarangnya

Bagaimana jika beliau salah menebas pedang yang justru melukai kawannya sendiri? Apalagi beliau sudah tua & buta?

Beliau menjawab : tempatkan aku membawa panji diantara 2 pasukan. Aku buta, maka aku tak akan lari. Jangan kuatir, panji itu akan aku jaga.

Maka di akhir perang yang dahsyat itu, terselip jasad seorang sahabat yang mulia. Seorang sahabat yang menjadi sebab turunnya surat Abasa

Seorang sahabat yang selalu dituntun dengan hati2 untuk berangkat & pulang ke masjid, oleh mahluk spesial : Iblis !!

Kisahnya; suatu hari Abdullah bin Ummi Maktum meminta dispensasi kepada Rasulullah untuk tidak shalat ke masjid karena rumahnya agak jauh

Rasulullah sempat mengabulkannya, namun kemudian beliau ralat saat bertanya : apakah engkau mendengar suara muadzin? Abdullah menjawab iya.

Maka jadilah setiap adzan berkumandang, Abdullah yang buta berjalan merayap menyambut panggilan-NYA. Tak terkecuali dalam subuh yang gelap pekat

Hingga suatu subuh, kakinya tersandung batu yang tajam. Beliau jatuh dengan wajah terantuk batu, membuat wajahnya berlumuran darah cukup parah

Sejak saat itu, ada seorang laki2 yang dengan ramah selalu menjemput & menuntunnya pulang pergi ke masjid, setiap waktu shalat tiba

Beliau bahagia sekali. Suatu hari belia bertanya : wahai anak muda yang baik hati. Siapa namamu? Agar aku bisa mendoakanmu

Lelaki itu menjawab : tak perlu kau tahu namaku & jangan mendoakanku. Karena sesungguhnya aku ini Iblis !!

Sontak Abdullah kaget. Bagaimana mungkin kau selalu antar aku masjid sedangkan kerjaanmu adalah menghalangi orang beribadah kepada Allah??!!

Iblis menjawab : ingatkah saat kau berjalan untuk shalat subuh ke masjid, lalu kau tersandung & terjatuh sehingga wajahmu terluka parah?

Saat itu aku mendengar para Malaikat berkata bahwa Allah mengampuni setengah dosamu..

Aku kuatir jika kau tersandung lagi, maka setengah dosamu yang lain akan diampuni Allah juga. Maka aku terpaksa mengantarmu ke masjid.

Itulah Abdullah bin Ummi Maktum, sahabat spesial yang diperlakukan spesial bahkan oleh Iblis, musuh terbesarnya.

Dalam keterbatasan, beliau berkeras mencari alasan untuk berperan. Tak seperti kita, dalam kemudahan2 namun berkeras mencari alasan untuk mangkir.

Naudzubillah .. Belajarlah kita dengan sahabat mulia, Abdullah bin Ummi Maktum. Semoga Allah meridhai beliau.

Cetak

Tulis Komentar

Tinggalkan Balasan