survey, polling
Cetak

Saya harap pendukung Jokowi tidak baper dengan judul artikel ini, “Survey Membuktikan Orang Pintar Pilih Prabowo”. Masalahnya kalau baper pasti akan ada artikel balasan dengan judul Orang Bodoh pasti pilih Prabowo.  Padahal tidak pernah  sama sekali saya pernah  bilang orang bodoh pasti pilih Jokowi loh. Hahahaha.

Pilpres masih tahun depan. Woles kawan. Jangan tegang kalau membahas Pilpres 2019. Kita nikmati saja kontestasi ini dengan menyimak maneuver-manuver masing-masing kubu.

Artikel ini sengaja saya tulis untuk sedikit membahas Survey Elektabilitas yang dilakukan oleh LSI Denny JA.yang dirilis kemarin (21 Agustus 2018). Lembaga survei  ini cukup saya percayai meskipun seingat saya  Denny  kadang suka “bermain-main” dengan hasil Surveinya. (nanti di bawah saya jelaskan soal itu).

Rilisnya Angka Elektabiltas masing-masing Paslon Pilpres 2019 versi LSI Denny JA memang seperti dugaan saya seminggu yang lalu. Feeling saya mengatakan kemungkinan besar LSI Denny JA yang paling pertama merilis hasil surveynya. Taktik itu selalu Denny JA pakai dalam persaingan antara lembaga survey.  Dan ternyata benar dia mendahului lainnya.

Tapi agak sedikit terkejut ketika membaca hasil survei yang disebutnya dilaksanakan pada rentang 12 Agustus -19 Agustus dengan responden sebanyak 1.200 orang.  Dan hasilnya adalah :

Jokowi-Ma’ruf  52,5% sedangkan  Prabowo-Sandi  29,5% , sementara belum menjawab 18,3%.

Ada Anomalinya sepertinya. Angka-angka ini belum bisa saya jadikan pegangan dengan beberapa alasan. Bukan karena saya tidak  percaya dengan LSI  Denny JA. Saya percaya kemampuan lembaga ini.  tapi mengingat kebiasaan lembaga ini sering melakukan Survey Double Impact dan kadang memiliki  2 survey dengan rentang jarak dekat dengan hasil yang jauh berbeda, maka angka-angka survei kali ini saya tamping dulu dalam catatan harian saya.

Tapi bila dalam 1-2 hari ini masuk lagi hasil survey lain seperti  dari Survey Kompas,  Poltracking, LIPI dan lainnya dan ternyata angka-angka dengan survei LSI Denny JA tidak jauh berbeda maka Angka Elektabilitas rata-rata itulah yang bisa kita pegang sampai dengan Akhir Agustus 2018.

Sebenarnya 6 hari lalu saya sudah menganalisa Angka Elektabilitas dari Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi.  Pembaca Kompasiana tentu masih mengingatnya.  Saya menuliskan hasilnya :  Jokowi-Ma’ruf 35-41% dan Prabowo-Sandi 45-51%.

Dari mana asal angka-angka itu, tentu dari  hasil olah data yang ada. Ada data Survey SMRC tanggal 27 Juni 2018 dimana rata-rata angka Elektabilitas Jokowi  56,5% dan Prabowo 35,5%. Angka itu hanya mengukur masing-masing sebagai Capres 2019. Belum dipasangkan/ belum distimulasikan dengan siapa Cawapresnya.

Sebelum SMRC merilis surveynya, dari beberapa survei yang menstimulasikan nama Ma’ruf Amin sebagai Cawapres didapat angka 0,2% sementara Sandiaga Uno tidak saya temukan datanya jadi saya anggap sebagai  angka 0.

Disisi lain telah terjadi Kejutan pada tanggal 9 Agustus 2018. Akun Twitter ILC TVone dann akun Twitter Iwan Fals sempat melakukan Pooling Online dan hasilnya sungguh mengejutkan. Rata-rata Elektabilitas Hasil Pooling keduanya adalah : Jokowi-Ma’ruf 25,5% sementara  Prabowo-Sandi 66,0% dan tidak menjawab 8,5%. Ini bisa merupakan kondisi anomaly tapi bisa juga memang realitanya begitu.

Makanya hasil kalkulasi saya dengan data diatas pada tanggal 16 Agustus menyimpulkan  Prabowo-Sandi lebih unggul dari Jokowi-Ma’ruf.

Cetak

Tulis Komentar

Tinggalkan Balasan