Islam Nusantara Minang
Link Banner

PERNYATAAN JUTAAN PERANTAU MINANGKABAU DI SELURUH DUNIA
Islam bagi kami hanya Islam BUKAN Islam Nusantara

Surat untuk Bapak-Bapak yang ingin datang ke Ranah Minangkabau untuk membujuk masyarakat Minang agar menerima Islam Nusantara.

(Kami mohon maaf kepada saudara kami di Seluruh pelosok tanah air…. Kami terpaksa berkata Minang…., Hanya untuk Mempertajam tuntutan bahwa ISLAM NUSANTARA TIDAK DIPERLUKAN UMMAT MANUSIA dan supaya pencipta serta pendukung Islam Nusantara SADAR sebelum nasi jadi bubur.

Masyarakat Minang tidak akan meninggalkan saudara kami sebangsa yang terkapar akibat permainan manusia aneh dan tidak peduli Islam)

Kepada:

Yth Bapak-Bapak pendukung Islam Nusantara yg ingin datang ke Ranah Minang.

Bapak datang, kami berpikir.
Siapkan mental Bapak dalam menghadapi Tekat Bulat Sepenuh Jiwa Kami yang tidak akan bisa digoyahkan oleh ancaman sekejam apapun.

Mengenai Islam kami hanya patuh kepada Allah SWT. Agama yg diredhai Allah SWT hanya Islam BUKAN ISLAM NUSANTARA ( Al Maidah 3, Al Shaf 7 , Ali Imran 19 dan 85).

Kami tidak peduli MUI Pusat atau siapapun mereka, Apakah kami diancam dengan Kuali besar berisi minyak mendidih, Apakah di tangan mereka ada meriam pencabut nyawa, kami tidak akan mundur, Apakah ditangan mereka Kekuasaan Pencopot jabatan, kami tidak gentar.

Dengarkan wahai penguasa / MUI Pusat!

MUI Sumbar yg ketuanya Buya Gusrizal Gazahar adalah wakil seluruh masyarakat Minang telah memutuskan Kami masyarakat Minangkabau TIDAK MENGENAL Islam Nusantara, Biarkanlah kami berprinsip seperti itu.

Kami semua masyarakat perantau Minang di lima benua berdiri teguh membela ketua MUI Sumbar Buya Gusrizal Gazahar, karena kami tahu ulama Minang bukan Ulama Lapar Jabatan, bukan Ulama Penggadai Aqidah, bukan Ulama Penjual Reputasi dengan 2 trilliun, bukan Ulama Pendukung Penista, bukan Ulama yang Sok Toleran (berkata Hanya Muslim Anti NKRI, menuduh Hanya Muslim Anti Kebinnekaan, Berkoar Hanya Muslim Anti Pancasila, Berteriak Hanya Muslim Intoleran).

BACA JUGA  Hukum dan Adab I'tikaf

Jangan paksakan kepada kami masyarakat Minang untuk ikut setuju Islam Nusntara, bagi kami Islam adalah Islam, hormati hak azazi kami masyarakat Minang dalam menentukan jalan Akhirat kami.

Kami tahu didunia Iblis ada Islam Arab, ada Islam Grup Penista, ada Islam Abangan, ada Islam KTP, ada Islam sok tolerant, ada Islam Nasi Uduk dst.

Disini kami tegaskan: Kami masyarakat Minang 100% beragama Islam kalaupun ada orang Sumbar yg murtad, sesuai hukum adat si Murtad tsb dibuang sebagai orang Minangkabau otomatis terpecat sebagai orang Minangkabau walaupun nenek moyangnya lahir di Sumbar (apakah penganut Islam Nusantara dibuang juga? ..kita belum tahu, siapa tahu kelak? kita tidak tahu)

Kata Adat basondi syarak, Syarak Basondi Kitabullah, artinya Adat Minang mengikuti aturan agama, agama itu adalah Islam bukan Islam Nusantara.

Memang Adat Minangkabau dicipta oleh Datuk Perpatih Nan Sabatang dan Datuk Ketamanggungan beratus-ratus tahun lalu, tapi dengan kesepakatan masyarakat

Minangkabau diputuskan Adat Minang dikokohkan wajib mengikuti ajaran Islam terutama sesudah Perang Paderi 1821 -1837 Kelompok Penjajah Kalah walaupun Tuanku Imam Bondjol dijebak penjajah dan ditangkap. Hubungan Adat dengan Islam adalah “Syarak Mangato Adat Mamakai” artinya Apa Perintah Agama Harus diikuti oleh Adat.

Jika ada Bapak-Bapak Pendukung Islam Nusantara ingin datang ke Sumbar untuk Membujuk atau Mengancam Masyarakat Minang agar setuju dengan Islam Nusantara lebih baik berpikir beribu kali, seperti yang dikatakan wakil ketua MUI Bp ZT bahwa Penolakan konsep Islam Nusantara oleh MUI Sumbar menyalahi Khittah dan Jati diri MUI, kami masyarakat Minang mempunyai khittah dan Jati Diri BERDASARKAN ISLAM, bukan Islam Nsantara.

Ketua MUI Pusat K H MA mengatakan akan menegur pihak MUI Sumbar yg Sabin konsep Islam Nusantara, sang ketua menambahkan bahwa MUI provinsi wajib mematuhi aturan MUI Pusat (Detik.com).

BACA JUGA  Kisah Bantuan Iblis Pada Sahabat Rasulullah Abdullah Bin Umi Maktum

Aturan di Masyarakat Minang:
“Raja Adil Raja Dipatuhi, Raja Tidak Adil Raja Disanggah”.

Dengarlah wahai penguasa! Kami semua masyarakat Minang berdiri teguh mendukung dan akan membela ketua MUI Sumbar Buya Gusrizal Gazahar yang mengatakan: “Kami teguh menjaga Ranah Minang tempat kami menghirup udaranya, kami meneguk airnya, kami merasakan detak nadi kehidupannya, karena kami hidup ditengah masyarakat maka kami bertanggung jawab mengatakannya bahwa negeri kami TIDAK MEMBUTUHKAN ISTILAH ISLAM NUSANTARA.”

Kalau Bapak-Bapak ingin menjaga kesatuan ummat maka jangan mencari-cari penyakit dengan mencipta Islam Nusantara.

Kami ingin bertanya “Apa untungnya membuat istilah Islam Nusantara?
# Apakah ingin dipuji Kafir?
# Apakah ingin disanjung oleh Musuh Islam?
# Apakah ingin dipuja oleh Intelijen Musuh Islam?
# Apakah ingin dapat uang Dua triliun ? Semua diatas Kita tidak tahu.”

Jangan paksa kami masyarakat Minang menggunakan istilah Islam Nusantara.

Saran untuk Bapak-Bapak yg ingin datang ke Sumbar

(Kabarnya tuan Prof. DS mau datang ke Sumbar ) antara lain:

1. Seluruh masyarakat Minang baik Perantau maupun yang tinggal di kampung halaman tetap kokoh dibelakang ketua MUI Sumbar Buya Gusrizal Gazahar yg tidak akan merubah istilah Islam dengan Islam Nusantara, kami tidak peduli walaupun ia adalah utusan presiden sekalipun.

Kami masyarakat Minang tidak akan menyerah. Oleh sebab itu Bapak undurkan saja untuk mengunjungi ranah Minang.

Ibarat pepatah “Tersesat Biduk Dibelokkan, Tersesat Kata Dipikirkan”, bagi masyarakat Minang pepatahnya: “Sekali Layar Dikembangkan Selama itu Kebenaran Ditegakkan”.

2. Bapak-Bapak belajar dulu sejarah Adat Basondi Syarak, Syarak Basondi Kitabullah. Syarak yang dimaksud adalah Agama Islam bukan Islam Nusantara. Di ranah Minang Islam tidak akan digadaikan walaupun ditawar dengan Emas sebesar Gunung Uhud.

BACA JUGA  ELEGI CINTA ZAINAB BINTI MUHAMMAD

3. Kami masyarakat Minang tidak akan bermain-main dengan Agama Islam. Buya Hamka memilih penjara dari pada mencabut fatwa. Dengan tekat yang sama dengan Buya Hamka, Kami seluruh masyarakat Minang memilih penjara daripada menyetujui Islam diubah menjadi Islam Nusantara.

4. Ada istilah di Minangkabau “Syarak Mangato, Adat Mamakai”

Syarak itu adalah Islam bukan Islam Nusantara, artinya Adat Minang Tunduk kepada Perintah Agama Islam bukan Islam Nusantara.

Kesimpulan

Lebih baik kita pelihara persaudaraan sebangsa dan setanah air daripada memaksa masyarakat Minang untuk setuju menerima Islam Nusantara.
Terima kasih.

Maaf lahir batin
Payakumbuh 1 Agus ’18

Ketua Perencana Asosiasi Perantau Minang Sedunia
Dr. Wazri Abdullah Afifi Ph.D, MBA, MICR.

Jurkam

Tulis Komentar

Tinggalkan Balasan