koin untuk fahri
Cetak

Setelah semua upaya hukum dilakukan PKS terhadap FH berakhir dengan kekalahan, maka PKS dituntut membayar 30 M kepada FH atas kerugian moril dan materil yang dia derita akibat pemecatannya. Rugi karena beliau tak bisa lagi mencalon, karena beliau punya peluang besar untuk menang. Sedangkan malu jika pindah haluan ke partai lain, karena beliau sangat sadar apa yang beliau rasakan bersama PKS hingga akhir hayat tak akan pernah beliau temui di partai lain.

Dari awal sebenarnya saya sudah memprediksi PKS akan kalah di hadapan hukum positif negara ini, tetapi di hati saya tetap PKS adalah pemenangnya.

Selagi itu adalah keputusan yang diambil oleh partai dalam kerangka jama’ah meskipun salah. Maka itu adalah lebih baik dari suatu kebenaran dalam keadaan sendiri, begitu dahulu saya diajarkan.

Kekalahan PKS bukan karena FH menyogok hakim atau bukan karena pengacara PKS tidak mumpuni. Sekali lagi bukan itu. Barangkali ini adalah cara Allah menguji kesabaran kita semua, dan satu keyakinan saya bahwa banyak hikmah yang telah Allah siapkan untuk kita.

Sejak saya mengenal partai ini, setidaknya ada 2 tradisi PKS yang saya lihat dan tak akan pernah terbaca oleh hukum positif negara ini.

Yaitu, ketaatan dan hikmah.

Ketaatan itu tak ada tolak ukurnya, ia harus dilakukan baik dalam keadaan ringan ataupun berat, suka atau duka, lapang maupun sempit, maka ukurannya adalah hati yang bersih.
siapa yang bisa membaca hati.?

Lantas kalau bukan para Qiyadah PKS, siapa lagi potret ideal ulil amri yang mesti saya patuhi?
Sedang Al-Qur’an telah memerintahkan kita untuk patuh kepada mereka.

Dan kedua adalah hikmah yang hanya Allah berikan pada siapa yang Allah kehendaki saja, maka hari ini terbukti lah firman Allah SWT.

يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ

Dia memberikan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa diberi hikmah, sesungguhnya dia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang mempunyai akal sehat. -Surat Al-Baqarah, Ayat 269

Terhadap sebuah hukum yang telah diputuskan, nafsu kita mungkin cenderung menawar, padahal disana tak ada lagi ruang untuk tawar menawar. Kalau kita jalani tentulah hikmah dan kebaikan yang banyak telah Allah sediakan disana.

Kalau saya membaca ulang bagaimana penyebab keputusan pemecatan FH di website PKS. Tak terbayangkan bagaimana pilunya Pengurus DPP dengan mempublikasikan keputusan tersebut.

Sebuah tindakan yang tak seharusnya untuk dimunculkan ke media, karena ini menyangkut aib saudara. Tetapi karena FH menggiring hal ini kepada permasalahan personal, maka tindakan itupun harus diambil. Rentetan peristiwa panjang sebelum pemecatan dilakukan dipublikasi, bahasanya diperhalus, agar tak banyak yang terluka.

Bagi saya apa yang dilakukan dengan mempublikasikan kenapa pemecatan terjadi sudah lebih daripada cukup.

Sesak dada ini, tak terbayang bagaimana beratnya beban yang ditanggung oleh para Qiyadah (pimpinan) PKS.

Ya Allah, begitu berat beban yang engkau timpakan para pimpinan PKS untuk menyelamatkan kendaraan dakwah ini, yang saya ikut menumpang disana.

Badai pun belum berakhir, kicauan demi kicauan terus dimainkan FH. Ujungnya beliau menang dan PKS pun kalah, dan selama itu para Qiyadah terus bersabar dan menahan hati.

Bagaimana tidak, jikalau musuh yang datang dari luar jelas tindakan yang ingin diambil. Tapi jikalau tumbuhnya dari dalam, jika dilawan, kalah jadi abu dan menang pun jadi arang.

Dan saya hanya ingin sampaikan kepada para Qiyadah PKS, tidak mengapa kita kalah di dunia ini, yang penting di hadapan Allah kita menang.

Ustadz, ini bukan kekalahan pertama kita dalam hukum negara kita, dahulu kita juga pernah kalah ketika Ustadz LHI dipidanakan.

Tapi kekakahan tersebut tidak sedikit pun membuat wajah kami tertunduk, malu dan terhina. Malahan membuat kami semakin bangga dan ber’azzam untuk terus bersama dakwah ini hingga ajal menjemput.

Maka jikalau hari ini kita kalah lagi, terimalah kekalahan itu dengan lapang dada. Mari kita jalani tuntutan FH jikalau itu memang maunya.

Kami tau 30 M itu terlalu besar untuk personal, tetapi angka itu terlalu rendah untuk membeli harga diri dakwah ini ketika terus diinjak.

30 M itu terlalu receh jika dibandingkan dengan harga diri para pimpinan PKS yang telah berjuang selama ini.

30 M itu terlalu kecil jika dibandingkan biaya yang harus dikeluarkan untuk pemilihan presiden nantinya. Siapapun wapresnya, baik Habib Salim ataupun Ustadz Abdul Somad.

30 M itu terlalu kecil untuk mereka yang turut merasakan dan ingin berjuang dengan harta dan jiwa kita di jalan Allah.
Karena memang kita sudah terbiasa mengeluarkan uang kita untuk dakwah ini.
“Kantong kami adalah kas kami”
Begitulah di setiap pekan saya diajarkan.
Dan saya sudah lama siapkan.

Maka ketahuilah wahai para pimpinan PKS. Tak rela hati ini meski hanya Rp. 1 pun keluar dari kantong pribadi antum untuk membayarkan tuntutan itu.

Biarlah kami yang menanggung bersama dana ini, terlalu kecil nilai itu dibandingkan dengan harga diri jama’ah ini. Anggap saja ini pemanasan bagi kami menjelang jihad siyasi yang beberapa bulan lagi.

Apapun bentuknya, siapapun majlis yang dituntut FH di pimpinan PKS, maka semua adalah pimpinan kami.

Ustadz, biarlah kami yang mengurus hal remeh temeh ini, fokus sajalah pada agenda utama kita #2019gantipresiden. Kemana kendaraan ini dibawa pergi, kami siap tunggu instruksi

Sebagai langkah awal, jikalau di Indonesia ada 80rb lebih desa. Maka saya yang bukan seorang anggota dewan PKS, bukan juga pengurus DPW, DPD bahkan DPC akan mulai dari kampung saya berasal, sebuah nagari / desa kecil yang bernama Bawan, Kecamatan Ampek Nagari Kabupaten Agam Sumatera Barat.

Salam Ta’zhim untuk para pimpinan PKS.
Oleh Firdaus. M / Ajo Agam

Bawan, 22 Dzulkaidah 1439 H

Cetak

Tulis Komentar

Tinggalkan Balasan