Sekali Lagi, Umar Dibuat Keki Oleh Amr bin Ash

kabilah arab
Link Banner

Lanjutan sebelumnya

Selesai sholat shubuh, Amr bin Ash memberi aba aba untuk bersiap-siap menyerang musuh. Amr memberi instruksi agar setiap orang cari kawan pasangan, dan tak boleh berpisah, hatta menyerang musuh pun harus berdua.

Akhirnya dengan jumlah pasukan yang hanya 300 orang saja berhasil membuat musuh takut dan lari terbirit birit. Melihat pasukan musuh kocar kacir, secara spontan sebagian pasukan muslim hendak mengejar musuh, kalau bisa dilumpuhkan, ditangkap dan dijadikan tawanan perang, atau sekalian dihabisi.

Tapi kemudian Amr menginstruksikan pasukan untuk tetap di tempat, jangan mengejar musuh. Biarkan musuh lari, yang penting mereka sudah kalah. Pasukan diarahkan utk mengumpulkan harta rampasan lalu pulang ke Madinah

Mendengar instruksi ini, Umar bin Khattab bangkit,

“Wahai Amr, jgn biarkan musuh lari, mereka tu dah keteter, kita maenkan la sikit, kita tangkap, kan bisa jadi tawanan perang, bisa jadi duit tu…
Kl org tu ngelawan kita tebas, kok takut pulak kita”

Kata Amr, “bukan takut, sekarang kelien dengar perintahku nggak? kumpulkan gonimah yg ada, dah cukup tu, kita balik ke Madinah sekarang. Ya sekarang,
Klien yg mau ngejar org tu, silahkan, ku tinggal klien.”

Akhirnya pasukanpun kembali ke Madinah dengan membawa ghonimah. Baru tiba di Madinah, turun dari kuda, Umar langsung nyari Rasul saw, dan mengadu kan prihal hal sang komandan yg rada rada aneh.

Amr menjawab, “Ya Rasulullah, jumlah kami sedikit, 300 orang lawan sekian ribu orang, seandainya kami kejar dan kami tangkap pasukan mereka, maka akan terlihat kelemahan kita, jumlah kita kan sikit, kalau kita dikeroyok abis laa kita.
Strategi saya pasukan kita harus berkumpul agar terlihat seperti banyak jumlahnya. Dan targetnya adalah mereka takut dan kalah,
Kita sdh menang, ghanimah dah di tangan, ngapain ngejar mereka.
Tugas yg kamu amanahkan dah selesai.

Nabi saw memuji Amar.
kalau dibahasakan “mantap laa kalau begitu, ente memang oke bingit”

Abu Bakar menengok ke wajah Umar bin Khattab, “Nah… Cemmana Mar, kenak kau kan?, jangan apa kali dgn narasi awq tu”

(maaf redaksi sdh diubah-ubah)

8 pelajaran

1. Strategi perang harus dikuasai secara utuh
2. Musuh tak boleh mengetahui jumlah pasukan kita.
3. Musuh tak boleh tau kondisi negatif internal kita
4. Tak boleh serakah dan terlalu berambisi dlm langkah-langkah pemenangan.
5. Seorang pemimpin harus mampu menghadapi anggota pasukan yg sangat beragam
6. Ketegasan pemimpinan harus ditampakkan selagi dlm kebenaran, agar menambah wibawanya.
7. Fokus ke target krn fokus akan menambah kekuatan..
8. Rasul saw tetap melakukan tabayyun agar informasi balance.

Disalin ulang dari tulisan Ust. Muslim Maksum

#ayolebihbaik

Jurkam

Tulis Komentar

Tinggalkan Balasan