Amr Bin Ash Kembali Bikin Kesal Umar

Umar bin Khattab
Link Banner

Lanjutan kemaren..

Menjelang shubuh, pimpinan perang Amr bin Ash mimpi junub. Sementara dia harus memimpin sholat shubuh jadi imam. Walaupun ada Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali yang notabene para penghafal Al-Quran tetap imam shalat adalah komandan perang.

Waktu keluar dari tenda, beliau minta dibawakan air oleh beberapa pasukannya.

Umar tanya, “untuk kau apakan air sebanyak itu?” Amr bilang, “aku mau mandi basah”

Ketika beliau menyentuh air, dia merasa dingin sekali, “makjang, dingin kali ku rasa bahh, aku mau tayamum aja laa”.

Kata Umar, “ehh.. kau -ada air- mau tayamum pulak, cemmananya kau ni.”

Kata Amr, “aku mau tayamum, ente pulak keberatan.”

Umar bin Khattab makin geram, sudahlah tadi malam pasukan kedinginan, api unggun tak boleh dinyalakan. Umar berfikir, Amr ini baru masuk Islam tapi berani-beraninya merobah tata aturan yg sudah ada.

Umar dah mau naik pitam, dijumpainya Abu Bakar, “Gimana nih Abu Bakar, dah beda aliran kawan tu?”,

Kata Abu Bakar, “jangan pala sibuk kali kau, Mar. Ingat.. Dia tu pilihan Rasulullah saw, tidak boleh kau bantah…”

Umar pun berkata, “okelah kalau begitu…”

Akhirnya Amr bin Ash jadi imam sholat shubuh. Para sahabat yang lain bertanya-tanya. Tapi mereka ga berani bantah, karena Amr sekarang jadi pemimpin mereka.

Bla bla bla.. Singkat cerita pasukan islam menang dan pulang ke Madinah, umar langsung mengadukan hal tersebut kepada Rasul saw.

Nabi bertanya, “Mengapa engkau mandi junub dengan tayamum?”

Amr menjawab, “Ya Rasulullah, airnya seperti es, dingin kali, kalau mandi, saya bisa sakit, saya pemimpin, kalau saya sakit siapa yang pimpin perang? Sementara Engkau amanatkan pasukan ini kepada Saya. Maka saya putuskan ber tayamum.”

BACA JUGA  Hadits Tentang Etika Bertamu

Nabi saw membenarkan Amr, kalo dibahasakan “kalau gitunya, hana masalah”

8 pelajaran bagi pemimpin (IMAM)

1. IMAM urusan dunia seyogyanya dia juga menjadi imam shalat
2. IMAM wajib dipatuhi dan ditaati
3. IMAM shalat boleh bertayammum krn alasan syari walau makmum bersuci dgn wudhu
4. IMAM perang wajib menjaga stamina agar peperangan dapat dimenangkan
5. IMAM harus menjaga stabilitas shaff.
6. IMAM harus berpijak kepada kebenaran sehingga ia kuat dan tak goyah ketika diprotes.
7. IMAM yg sukses biasanya sdh melewati fase dan sukses menjadi bawahan, seperti Abu bBaka, Umar dll.
8. IMAM dan pemimpin selalu mengecek dan recek semua informasi yg diterima sebagaimana apa yg dilakukan oleh Rasul saw.

Disalin ulang dari tulisan Ust. Muslim Maksum

#ayolebihbaik

Jurkam

Tulis Komentar

Tinggalkan Balasan