khalifah
Link Banner

Pada zaman Khalifah Utsman bin Affan ada seorang perempuan yang melahirkan dalam usia kehamilan enam bulan.

Kemudian perempuan itu dibawa ke hadapan Khalifah Utsman. Khalifah Utsman memerintahkan agar perempuan tersebut dihukum rajam, karena dianggap telah melakukan zina. Pada waktu itu pikiran Utsman sederhana saja, masa iya baru enam bulan sudah melahirkan.

Akan tetapi, perempuan itu menolak hukuman tersebut karena ia mengaku tidak pernah berbuat zina. Sontak saja peristiwa ini membuat heboh masyarakat Islam.

Hingga akhirnya kabar tersebut sampai ke telinga Ali bin Abi Thalib. Ali menegaskan usia kehamilan minimal adalah enam bulan. Ali mendasarkan pendapatnya itu dengan mengutip QS. Surat al-Ahqaf ayat 15 dan al-Baqarah ayat 233.

Pada ayat pertama disebutkan bahwa masa perempuan mengandung dan menyusui bayinya adalah 30 bulan. Sementara ayat kedua hanya menjelaskan tentang waktu menyusui saja, yakni dua tahun atau 24 bulan. Dengan demikian, Ali bin Abi Thalib membuat kesimpulan kalau usia minimal perempuan melahirkan adalah enam bulan: 30 bulan masa mengandung dan menyusui dikurangi 24 bulan masa menyusui saja.

Setelah menerima pemahaman dari Ali bin Abi Thalib, Khalifah Utsman bin Affan akhirnya tidak jadi menghukum perempuan yang melahirkan dalam usia kehamilan enam bulan tersebut. Perempuan itu pun terbebas dari hukuman rajam, karena dia memang tidak melakukan perbuatan zina.

8 pelajaran

1. Alquran memang kitab yg sangat luar biasa..
2. Ali bin Abi Thalib, Sahabat, sepupu sekaligus menantu Rasul saw, adalah seorg yg dikenal dengan kecerdasannya.
3. Dlm islam sanksi hukum memang keras, tp mampu membuat efek jera bg pelaku.
4. Sanksi hukum dlm islam juga mampu mentarbiah dan menjadi pelajaran bg yg lain agar tidak melakukan kejahatan spt itu.
5. Isyarat dlm alquran minimal kehamilan adalah 6 bln.
6. Madzhab syafi’i menyebutkan kl antara akad nikah sampai kelahiran ada rentang waktu 6 bln maka anak tsb sah menjadi anak ayahnya.
7. Kl kurang dari 6 bln maka si bayi dianggap sbg anak ibunya dan tak punya ayah yg sah.
8. Madzhab syafi’i, tidak bisa menerima tuduhan berzina kepada seseorang dengan bukti kehamilan,

BACA JUGA  Sekali Lagi, Umar Dibuat Keki Oleh Amr bin Ash

#ayolebihbaik

Disalin dari tulisan Ustad Muslim Maksum

Jurkam

Tulis Komentar

Tinggalkan Balasan