Kisah Salamah Menang Lomba Lari Lawan Seorang Anshar

kabilah arab
Link Banner

Setelah usai perang Dzi Qird, Salamah bercerita “Ketika kami berjalan pulang ke Madinah, ada seorang Anshar yang terkenal dgn kecepatannya dalam berlari. Ia berkata,
‘ada yang berani lomba cepat sampai di Madinah denganku?
Ada yg berani menerima tantanganku sampai ke Madinah?’

Ia terus mengulangi tantangannya. Karena nantang terus, Salamah berkata, 
‘Hei, tak ada lagi yg ente segani di sini?’

Ia menjawab,
‘Tidak ada, kecuali Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.’
Salamah berkata,
‘Wahai Rasulullah, ayah-ibuku menjadi tebusannya, izinkan aku beradu cepat dengan orang ini.’
Beliau bersabda,
‘Jika kamu mau.’

Aku siap tarung,
Aku tekuk kakiku lalu melompat dan berlari. Aku hemat napasku, hingga (ia mendahuluiku) satu atau dua bukit, agar nantinya aku tidak kehabisan napas.
Kemudian, aku berlari di belakangnya dengan tetap menghemat napas, hingga (ia mendahuluiku) satu atau dua bukit. Lalu, aku percepat lariku, hingga berhasil menyusulnya tepat di belakang tubuhnya.
Akhirnya, aku berhasil mendahuluinya tiba di Madinah.”

Saat itu seharusnya suasana santai karena baru usai berJihad, namun berubah menjadi suasana nano nano, bercampur antara :
1. Rasa Capek
2. Ada suasana Olahraga
3. Ada Hiburan juga
4. Ada perlombaan
5. Ada suasana Serius
6. Ada Kehangatan persahabatan
7. Ada Hormat dan santun pada pemimpin
8. Ada juga suasana menjaga wibawa pemimpin

Generasi sahabat adalah generasi hebat…

Kawan masih sanggup kita lomba lari di lereng sibayak..
Alaaah paling kelien sama seperti saya, bilang dah tua, faktor U…. Wkwkwkww

Senyum sikit di akhir pekan

Disalin ulang dari tulisan Ustad Muslim Maksum

Jurkam

Tulis Komentar

Tinggalkan Balasan