etika bertamu
Link Banner

Abu Musa al Asy’ari pernah suatu waktu ingin bertamu ke rumah Umar bin Khattab Khalifah kedua. Ketika sampai, diketoknya la pintu.

“Assalamu ‘alaikum” (menunggu beberapa saat)
Ketuk lagi “Assalamu ‘alaikum” (tetap menunggu di luar)
Tak ada yg menyahuti dari dalam.
Ketuk lagi, “Assalamu ‘alaikum.”

Sdh tiga kali Abu Musa mengetuk pintu dan tiga kali memberi salam, tak ada jawaban dari dalam rumah. Dia balik, beberapa meter jalan Umar buka pintu.

“Hei, siapa tu, kok abis kau ketok, pigi pulak kau. Apa cerita?”

“Iya amirul mukminin. Aku mau bertamu, dah 3 kali ku ketok pintu, dah tiga kali aku beri salam. Kau tak jawab, tak ada yg bukain pintu. Balik laa aku sesuai hadits Rasul saw”

“Apa kau bilang? Hadits? Hadits mana pulak, jgn asal cakap hadits. Siapa selain kau yang tau itu hadits? Kalau tak ada saksi awas kau! Jangan sembarang bilang hadits.”

Cak kelien bayangkan wajah Abu Musa saat itu.

Udah la niat ikhlas berkunjung tak dibukain pintu. Dikasi pe er pulak nyari saksi yg tau itu hadits. Dapat ancaman pula lagi.

Pasti murung la wajahnya…

Sambil jalan pulang, berpikir, siapa la sahabat yg pernah dengar hadis macam gitu. Ia coba kuras ingatannya siapa la yang siap jadi saksi.

Pas dia melewati majelis ada beberapa sahabat di situ. Ada Abu Sa’id Alkhudry, Ubay bin Ka’ab, dll.

Abu Sa’id, “bahhh murung kali kutengok kau hari ini Abu Musa? Apa cerita?”

“Ntah tu si Umar”

“Napa dia”

“Aku mau berkunjung ke rumah Umar bin Khattab, tak dibukakan pintu, abis 3 kali salam. Aku balik, Umar buka pintu, dimarahinya pulak. Dikiranya maen-maen. Kubilang aku mengamalkan hadits. Kalau dah tiga kali ketuk, tak ada jabawan balik la…
Eee marah pulak dia. Disuruhnya pulak aku nyari saksi lain bahwa itu benar-benar hadits. Maka dari rumah umar sampai sekarang aku mikir terus siapa la yg pernah dengar hadis macam tu”

Ubay bin Ka’ab, “Ahhh… gampang tu. Aku jadi saksi. Aku juga pernah dengar Rasul SAW bilang macam tu. Ayok kita balik ke rumah Umar”
“Dah senyum la kau sikit, jangan cemberut lagi.”

Abu Musa pun senang dan cerah kembali. Tak murung lagi…
Akhirnya Umar pun menerima itu sebagai hadits…

Memang ada kebijakan Umar bin Khattab untuk memperketat periwayatan hadits. Jadi tak sembarangan menyampaikan hadits kecuali benar-benar hadits.

Wallahu a’lam

8 etika mau bertamu.

1. Niat ikhlas
2. Beri salam
3. Ketuk pintu
4. Kasi jeda waktu ke salam dan ketukan kedua, mungkin empunya rumah lagi shalat, mandi atau lain lain
5. Posisi tubuh bukan menghadap atau membelakangi pintu tapi posisi menyamping.
6. Tiga kali salam dan ketukan tak dijawab balik pulang.
7. Sebut nama jika empunya rumah bertanya siapa?
8. Silahkan masuk dengan sopan kalau dah dipersilahkan masuk.

Kawans

Umar bn Khattab bersikap seperti itu untuk memastikan hadits Rasul SAW sehingga tak tersusupi oleh perkataan org lain. Namun ada orang yg bukan sekelas Umar tapi gayanya melebihi Umar bin Khattab pulak.

Dia yang belum banyak membaca, orang lain yang dibilang tak punya referensi.
Dia yang belum tau, orang lain yang disalahkannya.
Dia yang tak tau jalan, orang lain yang dibilangnya sesat.

#ayolebihbaik
#selamatberakhirpekan
#bersilaturrahimdgnberadabislami

Disalin ulang dari tulisan Ustad Muslim Maksum

Jurkam

Tulis Komentar

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan