Link Banner

Dalam analisis sebelumnya ditunjukkan bahwa percakapan tentang Jokowi adalah yang paling tinggi, diikuti tentang Prabowo, Sandi, dan terakhir Ma’ruf Amin. Di sini kita ingin membandingkan lebih detail, bagaimana percakapan tentang Jokowi dan Prabowo terbangun. Tingginya percakapan itu dilakukan oleh siapa dan bagaimana tingkat interaksinya?

DATA

Untuk percakapan tentang Jokowi, kita gunakan kata kunci “joko widodo, jokowi”. Sedangkan tentang Prabowo kata kuncinya hanya “prabowo”. Data diambil dari online news, Twitter, FB, Instagram dan YouTube.

Selama bulan Desember 2018, Jokowi mendapatkan 3.3 juta mention dari semua kanal dan Twitter 3.1 juta, sedangkan Prabowo 1.8 juta mention dari semua kanal dan Twitter 1.7 juta.

Besarnya percakapan di atas perlu dibedah lagi, khususnya siapa yang berkontribusi menjadi sumbernya. Dari peta SNA Twitter untuk relasi retweet kita dapatkan hasil sebagai berikut.

SNA JOKOWI: Banyak Pola Akun Bot Dan Tersebar ke Banyak Cluster

Untuk SNA tentang Jokowi, terdapat dua cluster yang sangat besar dari kubu Pro 01 dan Pro 02. Di samping mereka, ada cluster-cluster kecil yang tersebar. Jika dilihat lebih detail isi dan pola interaksi masing-masing cluster, tampak bahwa mereka adalah dari kubu Pro 01.



Pola relasi antar node dan contoh-contoh percakapan memperlihatkan banyaknya digunakan akun-akun bot untuk membentuk percakapan tentang Jokowi. Dari jumlah total user sebanyak 293 ribu, tingkat interaksinya hanya 2.91. Artinya, setiap status baru hanya mendapat 2.91 retweet dan reply.

Kontribusi kubu 02 cukup besar dalam membangun percakapan tentang Jokowi. Sehingga, tingginya volume mention Jokowi tidak lepas juga dari bantuan para buzzer kubu ini.

Banyaknya cluster dalam percakapan ini juga memperlihatkan banyaknya kelompok-kelompok cyber terpisah yang turut membantu naiknya popularitas Jokowi di media sosial. Tersebarnya cluster tersebut memperlihatkan bahwa interaksi antar kelompok tersebut cukup rendah.

BACA JUGA  Neno Warisman dan Potret Rezim Simulacra

SNA PRABOWO: Terkonsentrasi dalam Satu Cluster Besar dengan Lebih Sedikit Bot

Pada SNA tentang Prabowo, terlihat ada dua cluster besar, yaitu dari kubu Pro 02 dan Pro 01. Di samping mereka ada satu cluster kecil milik PAS yang tampak jelas, dengan pola relasi seperti oleh bot. Interaksi cluster PAS ini dengan cluster utama kubu 02 tampaknya tidak terlalu kuat.

Di luar itu, ada cluster-cluster kecil yang tidak signifikan dalam membangun percakapan tentang Prabowo. Cluster ini tampak dimiliki oleh MetroTV, NasDem, dan juga pihak lain yang jualan iklan.

Dari total user sebanyak 177 ribu, lebih sedikit dibanding tentang Jokowi, ternyata tingkat interaksinya lebih tinggi, yaitu 6.30. Artinya, setiap twit baru akan mendapat 6.3 retweet dan reply. Hal ini menunjukan, bahwa percakapan tentang Prabowo lebih banyak dilakukan oleh riil user, dan lebih sedikit oleh bot jika dibandingkan dengan tentang Jokowi.


SNA PEMBANDING: UJI NGAJI VS VISI MISI

Sebagai pembanding untuk mendapat gambaran yang lebih tepat antara kedua topik pembicaraan, kita lihat SNA tentang uji ngaji lawan penyampaikan visi misi. Untuk uji ngaji, percakapannya didorong oleh hashtag #PrabowoTakutTesNgaji dari kubu 01 untuk menyerang Prabowo. Sedangkan untuk visi misi, didorong oleh hashtags #JKWTakutPaparkanMisiVisi dari kubu 02 untuk menyerang Jokowi.

Dari peta SNA tampak bahwa percakapan tentang kedua tagar itu lebih eksklusif yang hanya diikuti oleh masing-masing kubu. Di sini kita bisa melihat kekuatan pasukan dan tingkat inteaksi mereka.

Kita dapatkan bahwa tentang Uji Ngaji diikuti oleh 10.9 ribu user dengan tingkat interaksi yang hanya 4.08. Sedangkn untuk Visi Misi, diikuti oleh lebih banyak user yaitu 15 ribu user dengan tingkat interaksi yang lebih tinggi, yaitu 12.13 atau hampir 3x nya tentang Uji Ngaji.

BACA JUGA  Meraba Otak Timses Pasca Pidato Prabowo

Kalau dibandingkan dengan data sebelumnya tentang Jokowi dan Prabowo selama Desember 2018 dan rendahnya tingkat interaksi, dapat diduga bahwa tingginya jumlah total user pada Jokowi adalah dibantu oleh banyaknya akun bot yang digunakan untuk mengangkat berbagai topik. Akun-akun botnya bisa setiap saat berubah atau dihapus. Dan banyaknya akun bot yang bergantian ini menyumbang total jumlah user yang tinggi pada Jokowi.

CONTOH TWIT DARI BOT

DE memiliki fitur yang memudahkan pengguna untuk melihat contoh twit yang diduga dibuat oleh akun bot. Biasanya tampak dari adanya anomali pada grafik exposure dan tipe engagement.

Pada percakapan tentang Jokowi, kita lihat grafik tipe engagement. Tampak bahwa jumlah mention dari hari-ke hari cukup tinggi, dengan jumlah retweet dan reply yang relatif tidak terlalu banyak dibandingkan mention baru. Jika kita klik salah satu batang mention yang cukup tinggi pada tanggal 14 Desember, kita bisa liat status-status dengan tipe mention yang ditampilkan berdasarkan urutan dibuat di Twitter.

Tampak sekali dari tabel daftar mention, isi status yang sama diulang-ulang oleh user yang berbeda-beda dan kadang juga sama. Pengulangan teks yang sama ini biasanya sering ditemukan pada percakapan oleh akun bot.

Pada percakapan tentang Prabowo, kita pilih batang mention yang paling tinggi, yaitu pada tanggal 17 Desember. Kita mudah temukan isi twit yang sama oleh akun user yang berbeda, pada waktu menit yang hampir sama. Meski akun-akun yang diduga robot ini memiliki follower besar, lebih dari 100, ternyata twit mereka tidak mendapat response berupa retweet atau reply.



Akun dengan pola yang mirip robot di atas, ternyata dibuat oleh kubu 01, yang ditugaskan untuk menyerang Prabowo. Waktu itu tagar yang diangkat adalah #BumerangLaNyalla. Dan tentu rendahnya interaksi ini akan berimbas juga pada tingkat interkasi perakapan tentang Prabowo yang makin kecil.

BACA JUGA  Cuitan Baper Admin PBB @PBB2019

KESIMPULAN

Cluster Kubu 01 lebih tersebar tidak hanya terkonsentrasi dalam satu cluster utama. Sedangkan kubu 02 lebih terkonsentrasi dalam sebuah cluster besar.

Jumlah total user selama Desember 2018 pada Kubu 01 lebih besar dibandingkan kubu 02, namun memiliki tingkat interaksi yang lebih rendah.

Rendahnya interaksi ini menunjukkan banyaknya akun bot yang digunakan untuk membangun percakapan. Hal ini membuktikan bahwa Kubu 01 lebih banyak menggunakan akun bot dibanding Kubu 02.

Bot digunakan untuk menyerang lawan dan untuk mempromosikan program calon masing-masing.

Bot tidak hanya memiliki jumlah follower yang kecil. Belakangan ditemukan makin banyak akun-akun bot yang memiliki jumlah follower banyak (lebih dari 100).

Akun bot banyak digunakan pada awal percakapan tentang sebuah isu, agar terjadi trending dengan cepat, dan kemudian diikuti oleh akun riil.





PDF

Slide data untuk analisis ini bisa didownload di:
https://www.slideshare.net/IsmailFahmi3/cyber-troops-jokowi-vs-prabowo

Sumber: Ismail Fahmi AQ

 

Jurkam

Tulis Komentar

Tinggalkan Balasan