Meraba Otak Timses Pasca Pidato Prabowo

Saya sering tertawa geli, mengamati pilpres 2019 ini, karena dengan kasat mata saya melihat kesembronoan otak bertebaran.

Saya tak mau dianggap sok pintar sendiri, tapi coba amati seksama supaya kita bisa ketawa bareng.



Saya misalnya berapa kali melihat bagaimana pendukung-01, yakin sekali bahwa Jusuf Kalla berada dalam posisi mendukung Jokowi, karena pak JK menerima tawaran menjadi bagian dari TKN-01. Saat saya menyampaikan opsi analisa tentang budaya timur yang membuat JK tak mungkin menolak mentah2 tawaran TKN-01, mereka segera menyerang ramai.

Mereka abaikan clue kasat mata bagaimana dukungan JK dan keluarganya, saat Pilkada DKI yang secara terang-benderang mendukung Anis. Mereka abaikan kemungkinan analisa ketersinggungan JK dan pendukungnya melihat bagaimana dia diperlakukan sebagai Wapres selama 4 tahun belakangan ini, ada tapi seolah dibuat tak ada. JK seolah menjadi Wapres Non Job.

Tapi mereka tetap yakin, JK mendukung. Tapi saat JK seolah mulai menyerang pemerintahannya sendiri mengenai biaya tinggi pembangunan LRT, mereka KAGET. Menyerang balik JK berarti menyerang timnya sendiri, mengeluarkan JK dari tim akan membuat prahara sendiri bagi pemilih suku Bugis. Sampai pencoblosan, JK mungkin saja akan terus bersuara vokal dan TKN tak mampu berbuat apa2.

Kurang lucu apa ini… hahahaha…

Coba lihat lagi bertebarnya isu bahwa Prabowo akan mundur dari Pilpres saat menjelang pidato kebangsaan, sampai kawan2 yang selama ini seolah tak perduli, sibuk kirim WA mengklarifikasi kepada saya isu ini, seolah saya bagian internal dari partai pendukung yang bisa mengklarifikasi.

Saya yakin sekali ada kartu yang sedang coba dimainkan oleh timses Prabowo saat isu mundurnya Prabowo tsb disebar. Tak mungkin jendral berpengalaman tempur melakukannya.

BACA JUGA  Penembakan di LP Sleman bukan oleh Tentara, Tapi...



Malam harinya, saat pidato kebangsaan Prabowo tayang, saya melihat betapa sibuknya pendukung-01 membuat status via WA mencemooh pidato Prabowo. Mereka tanpa sadar rame-rame nobar menunggu pernyataan Prabowo mundur.

Undecided voter yang condong ke-02 mulai ikut perduli karena mendengar Prabowo ingin mundur. Undecided voter yang condong ke-01, yang juga termakan isu yang sama, melotot selama 2 jam menyimak pidato Prabowo. Mereka mulai berpikir, betapa tebal teks pidato capres-01 yang harus disiapkan untuk pidato selama 2 jam seperti Prabowo.

Kurang lucu apa ini..isu mundur Prabowo ternyata sukses membuat pendukung-01 mengadakan Nobar dimana-mana dan silent majority menjadi bersuara.

Bayangkan disaat timses-01 susah payah memboikot media agar tak meliput acara pidato Prabowo, Pendukung-01 malah sibuk streaming rame-rame nonton bareng kayak nobar piala dunia hanya karena isu Prabowo mundur.

Bayangkan lucunya… hahaha

oleh : Era Madinah

Post Author: masawep

Tulis Komentar

Tinggalkan Balasan