lomba ngaji
Link Banner

“Bos, ada info bagus nih. Kata mata-mata kita, si Wowo itu nggak bisa ngaji. Pernah waktu pidato dia kepeleset lidah, salah nyebut ayat apa gitu…”

“Trus, mau diapain?”

“Ya kita desak aja KPU test baca Al-Quran buat semua capres-cawapres. Calon yang nggak bisa ngaji, didiskualifikasi. Kalau saran kita tembus, kan asyik bos. Selesai itu si Wowo! Kita nggak perlu capek-capek kampanye. Nggak perlu rekayasa ini itu lagi. Nggak perlu nyebar hoax lagi.”

“Ide bagus. Baiklah, besok gw mau ngadain konpres.”

Besoknya…

“Terima kasih kepada semua rekan wartawan yang telah hadir siang ini.”

“Sebagai negara mayoritas muslim terbesar di dunia, sungguh tidak elok jika kita punya presiden atau wakil presiden yang tidak bisa mengaji. Maka dari itu, tadi pagi kami ke KPU, untuk mengusulkan dan mendesak agar ada test kemampuan baca Al-Quran pada capres-cawapres yang berkompetisi. Apa kata dunia jika negara kita presidennya tidak bisa ngaji?”

Besoknya lagi…

Wowo: “Ya kalau memang KPU mensyaratkan begitu, saya harus patuh. Tapi perlukah hal itu kita lakukan? Dalam rangka apa? Jika memang harus dilakukan, standarnya apa? Kalau standar qori saya nggak bisa. Tapi kalau sebatas fasih bacaan dan tajwid, insyaa Allah saya bisa.”

Besoknya lagi…

“Cilaka bos, kita salah info. Ternyata si Wowo bukan cuma bisa ngaji. Dia juga bisa bahasa Arab. Dia kan pernah tinggal di Jordania. Nggak cuma bahasa Arab. Wowo juga lancar berbahasa Inggris dan Jerman. Test ngajinya kita batalin aja bos. Yang nggak bisa ngaji malah bos besar kita. Bacaan shalatnya ternyata hapalan. Hapalpun cuma beberapa ayat doang.”

“Dasar cebong Lu! Trus gimana nih?”

BACA JUGA  Aneh. Pak Prabowo Mau Shalat Jumat Kok Dilarang?

“Ya ke KPU lagi, bos. Minta usulan kemarin dicabut. Trus bos konpres lagi.”

Besoknya…

“Terima kasih kepada semua rekan wartawan yang telah hadir siang ini.”

“Setelah mempertimbangkan dengan masak, kami dengan ini menyatakan menolak usulan test mengaji bagi capres dan cawapres. Menurut kami, usulan itu terlalu kekanak-kanakan. Lebih baik diganti dengan sesuatu yang lebih mendidik, seperti lomba jadi imam shalat. Imam itu kan artinya pemimpin. Jika jadi imam shalat saja tidak bisa, gimana mau jadi imam negara?”

***

Yo wis sak karepmu bos, hahaha…

***

Cerita di atas adalah kisah Pilpres di Zimbabwe… jangan baper dulu.

Jurkam

Tulis Komentar

Tinggalkan Balasan