Saat Calo Tanah Ikut Berdebat dengan Calon Pemimpin Bangsa

Link Banner

Tadi malam, saat debat capres putaran pertama, Pak Prabowo Subianto menyebut kalau Jawa Tengah itu lebih besar dari Malaysia. Tak ayal, warga di kolam sebelah riuh-rendah bersahutan membully pak Prabowo. Kata mereka, Pak Prabowo kalah pintar sama anak SD.

Wajar ada yang gagal paham statement Pak Prabowo itu. Jangankan yang hidup dari jatah nasi bungkus, yang hidup dari satu proposal ke proposal selanjutnya juga sama. Sama-sama dungu tepatnya.



Mereka ga mungkin tau tadi malam itu debat apa. Mereka masih mikir kalo acara tadi malam lomba pidato remaja mesjid antar lorong. Mereka ga tau kalo tadi malam adalah debat antar calon presiden.

Sebagai pasangan calon presiden & calon wakil presiden, tentu paradigma yang dipake Prabowo-Sandi adalah paradigma pemimpin bangsa. Sebagai seorang pemimpin bangsa, ukuran besar atau kecil itu merujuk pada rakyatnya.

Jika merujuk rakyat yang mendiami Jawa Tengah dibandingkan warga Malaysia, tentu pernyataan Prabowo ini benar.
Jumlah penduduk Jawa Tengah menurut BPS tahun 2017 adalah 33.522.663 jiwa.

Sedang jumlah penduduk Malaysia berdasarkan Penerbitan Anggaran Penduduk Semasa Malaysia 2018 adalah 32,4 juta orang.




Calo Tanah Ikutan Debat

Bagi seorang calo tanah, agen developer, sales properti; ukuran besar atau kecil tentu saja berdasar luas lahan. Maklum, fee yang mereka dapatkan akan berbanding lurus dengan luasan lahan yang berhasil berganti pemilik.

Sebagai kelompok yang dibesarkan para developer, tentu kita bisa paham bagaimana konstruksi berfikir mereka. Besar akan identik dengan luas lahan.



Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, luas wilayah Jateng pada tahun 2017 adalah 32.544,12 kilometer persegi.

Sementara itu. Berdasarkan data Central Intelligence Agency (AS) Amerika Serikat, luas wilayah Malaysia adalah 329.847 kilometer persegi, yang terdiri atas: Darat: 328.657 kilometer persegi. Dan luas Perairan: 1.190 kilometer persegi.

Saat menyinggung soal gaji gubernur, calon presiden Prabowo Subianto sempat menyebut kata ‘Jawa Tengah’ lebih besar dari Malaysia di debat capres. Prabowo awalnya menyebut tak pantas gaji seorang gubernur dengan provinsi yang besar hanya Rp 8 juta.



“Dia mengelola provinsi umpamanya Jawa Tengah yang lebih besar dari Malaysia, APBD besar. Ini tidak realistis,” kata Prabowo dalam debat capres-cawapres di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis 17 Januari 2019.

Tentu saja Prabowo sangat mengetahui bahwa seorang Ganjar Pranowo adalah seorang GUBERNUR, bukan centeng penunggu lahan. Gaji 8 juta itu tentu sebagai gaji gubernur yang mengurusi rakyatnya.

Ahhh… Tapi memang mereka ga bakal ngerti yang beginian. Bagi yang masih menggunakan akal, silahkan pilih yang pakai akal juga. Orang yang punya masalah dengan kemampuan berfikir mah bebas mau pilih apa aja.

Salam Indonesia Menang.

Jumat, 18 Januari 2019

Arief Arbianto


Jurkam

Tulis Komentar

Tinggalkan Balasan