Link Banner

Ust. Abubakar Ba’asir di bebaskan setelah semalam Prabowo dengan tegas menolak predikat “Terorisme dan Radikalme” yang selama ini dituduhkan ke umat islam.

Prabowo menyampaikan bahwa terorisme umumnya adalah rekayasa pihak asing yang ingin mengintervensi negara. Karena kepentingan tertentu.

Bahkan dia mengatakan berulang bahwa dia sangat paham tentang masalah ini. Tentu karena dia mantan perwira militer.



Pernyataan ini mendapat sambutan luar biasa dari kalangan umat islam. Terutama yang selama ini tak sejalan dengan kebijakan pemerintah.

Pasca debat semalam, Prabowo mendapat tempat yang baik dihati umat islam. Tentu ini memperkuat posisinya sebagai Capres yang diusung oleh ijitima ulama.

Jokowi dan Timnya tentu berpikir keras tentang kondisi ini. Karena ternyata menjual Pak Ma’ruf, tak begitu laku di kalangan umat muslim.

Mereka seperti dipaksa untuk berpikir harus ada cara yang lebih spektakuler dilakukan dan berdampak luas, berpengaruh ke pemilih muslim.

Jika hal itu dilakukan, maka cukup menarik perhatian dan rasa simpatik umat muslim ke pasangan Jokowi-Ma’ruf.

Entah, siapa yang memulai ide ini. Dan kapan mulai terfikirkan.



Tapi yang pasti, membebaskan ust. Ba’asir hanya 3 bulan jelang Pilpres, adalah patut dicurigai. Sebagai langkah politik taktis.

Bahwa ini adalah strategi politik tuk mengahadapi Pilpres. Upaya untuk mengembalikan kepercayaan umat islam ke pemerintah bahwa pemerintah dalam hal ini, Jokowi melindungi, menghargai, memperlakukan tokoh-tokoh islam dengan baik.

Karena tidak mungkin 100 persen pembebasan ini murni karena rasa kemanusiaan. Apalagi rasa keadilan.

Toh ustat Baasir sudah ditahan selama bertahun-tahun tanpa proses hukum yang jelas dan adil.

Ustad Abubakar Ba’asir dituduh sebagai tokoh utama tindakan teror di indonesia. Dan tanpa pembelaan Ustad Ba’asir dibekuk paksa dijalanan dan diseret ke penjara.

BACA JUGA  Meraba Otak Timses Pasca Pidato Prabowo



Jika pembebasan bersyarat ini murni karena rasa kemanusiaan dan sejenisnya, maka seharusnya dari tahun kemarin, bahkan diawal masa kepemimpinan Jokowi, ust. Ba’asir sudah dibebaskan.

Pembebasan ini juga dipublikasi dengan sangat masif dan luas oleh tim dan relawan Jokowi-Ma’ruf.

Dengan menampilkan foto, video pembebasan yang diberi tagar #Jokowi Orang Baik.

Maksudnya apa..???



Kalau bebas, bebas saja. Tak usah ditambahin embel kalimat “orang baik”. Memangnya di Indonesia tidak ada orang baik…????

Kalau baik, kenapa kejar Habib Riziq Shihab sampai di Arab Saudi…????

Kalau baik, kenapa membubarkan HTI dengan tuduhan ormas terlarang..??? Ayolah cabut aturan pembubaran HTI itu besok. Karena Yusril juga PH untuk HTI.

Kalau baik, kenapa ingin membatasi dan melarang penggunaan toa, pengeras suara adzan di masjid…????

Kalau baik, kenapa tidak melindungi ulama, ustat yang dilersekusi. Bahkan ada yang sampai dibunuh orang gila kiriman…???



Kalau baik, kenapa tidak melindungi Habib Bahar Bin Smith. Tapi malah mengirinya ke penjara…????

Jadi berhentilah memanipulasi penampilan. Disaat Pilpres tinggal 3 bulan lagi.

Kami paham, umat muslim paham. Pembebasan ini adalah bagian dari strategi politik jelang pilpres.

Ayo, umat muslim indonesia. Satukan barisan, perkuat ukhua, rapatkan shaf, tetaplah istiqomah dengan ijtima ulama.

Kemenangan itu telah dekat, telah tampak dipelupuk mata, tinggal menunggu 3 bulan lagi.
Takbir, Allahu Akbar. Walillahil hamdu.

Tulisan ini hanya sebagai penggiat FB.

Ternate, Malut, Indonesia.
Jum’at, 18/01/2019
Ahyar Hanubun

Jurkam

Tulis Komentar

Tinggalkan Balasan