debat pilpres
Link Banner

Tampaknya Pak Jokowi dan TKN harus segera berpikir ulang tidak menghamburkan uang. Jika Jokowi paham dan sadar betapa sia2 nya bungkusan Pesan, proposal deklarasi, dan uang yang dijadikan iming-iming untuk menarik suara.

Jangan sampai uang yang mungkin jumlahnya ratusan miliar bahkan triliunan, malah jadi masalah di kemudian hari. Dan membuat Jokowi dan tim TKN berurusan dengan lembaga rasuah.

Ketua TKN Pusat, Erick Tohir sudah terang-terangan kalau tim nya telah menebar uang ke tim TKN Daerah. Tapi merasa ditipu tim daerah. Ternyata uang transport yang harus diberikan kepada rakyat pendukung yang datang dalam acara di daerah, ditilep oleh gerombolanya sendiri. Hingga TKN akan mempolisikan 223 orang Tim nya di daerah yang tilep uang trasport.

Hati hati loh, uang itu berbahaya. Uang bisa membuat orang mabuk kepayang. Dan ingat pak Jokowi. Uang tidak bisa membeli segala nya. Walaupun kita tahu di Tim TKN selalu berpegangan pada Segalanya bisa karena uang. Maka nya kami tak heran jika setiap kampanye Pak Jokowi selalu bahas bagaimana menyebar uang. Rakyat sudah Pinter. Uang diambil, barang dibawa, coblos dibilik, buka kertas suara, tekan yang kiri no 01 dan coblos yang kanan no 02.

Di kalangan bandar yang support uang juga sudah berpikir dua kali. Bandar keki dan merasa tekor, kalau kelakukan tim kaya gini. Takut uang habis, pilihan kalah, bisnis bisa musnah.



Apalagi, jika fakta di lapangan. Rakyat di berbagai kota, sangat antusias, saat menerima kedatangan Prabowo maupun Sandi. Mulai di Madura, di Pasuruan, di Surabaya, di Riau, di Medan, di Jember dan di berbagai kota. Terakhir kemarin di Bandung yang akan dilanjutkan hari ini di Garut. Alhamdulillah kedatangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno direspon puluhan bahkan ratusan ribu rakyat yang ingin perubahan.

BACA JUGA  Pendukung Jokowi Katolik Fundamentalis? (Bagian 4 - selesai)

Mereka datang tanpa dibayar, tanpa diiming-imingi, mereka keluar uang sendiri.
Semoga ini pertanda Pemimpin yang mencintai dan dicintai rakyat.



Kenyataan ini menunjukkan bahwa Pilpres tahun ini, yang bersaing untuk menguasai dan mengendalikan NKRI adalah Jokowi VS Rakyat, bukan lagi Prabowo seperti 2014.

Kenapa VS rakyat??? Ya iya lah…Kalau yang dihadapi Jokowi hanya Prabowo, tentu Jokowi tidak takut cuti dan tidak akan menggunakan seluruh kekuatan, aparat, asn, jajaran kemtriaan dan BUMN, serta organisasi NU. Sebab, jika kekuatan itu dipakai hanya untuk hadapi Prabowo, sama juga ngga punya nyali, keok dan ngeper. Masa punya pengalaman jadi Presiden, Jokowi hadapi Prabowo kaya gitu.

Jadi jelas, kekuatan rakyat (people power) yang akan dihadapi Jokowi. Makanya, tak heran kubu 01, semakin panik dan terus menerus meyakinkan bahwa rakyat masih mendukungnya.

Rakyat yang mana?? Dibuatlah kekuatan buzzers dari berbagai instansi, mulai dari akun pribadi karyawan BUMN, Kementriaan sampai seragam coklat, untuk meyakinkan 01 masih kuat dan ada netizeen pendukung nya. Tidak cukup sampai di situ, digunakan lah hampir semua lembaga survey yang tujuan nya Jokowi tetap unggul.



Sekali lagi, semua cara2 yang dilakukan Tiim TKN mengeluarkan begitu banyak uang untuk kemenangan Jokowi. Tapi sekali lagi, uang tak akan mungkin membeli segala nya. Apalagi membeli suara rakyat, yang merupakan ‘suara Tuhan’.

Mungkinkah Tuhan Terbeli oleh Jokowi???

Selain berhadapan dengan rakyat, dengan banyaknya barisan ulama, kyai dan habaib di barisan Rakyat, maka lawan Jokowi kian berat, Rakyat dan Ulama. Kedua Barisan ini dipersepsikan sebagai pendukung Prabowo-Sandi.

Hampir sebahagian ulama, kyai, ustadz dan habaib mendoakan kemenangan rakyat ini. Mulai dari KH Maimoen Zubair, Sarangan, KH Najih Maimoen Zubair, Sarang Rembang,
Habib Salim Segaf Aljufri, Habib Hanif Abd Rahman Alathas, Habib Lutfi Pekalongan, Ustadz UAS, ustadz Bachtiar Nasir. Dan Sebahagian besar Kyai dan Habib dari daerah tapal kuda, antara lain, KH Khalil As’sad dari Sukorejo Situbondo, Alhabib Ali Zainal Abidin Ketua DPW FPI Sumenep, KH Jazuli Jauhari dari Pamekasan, KH Karrar Shinhaji dari Pamekasan, KH Mahrus Abd Malik Wakil Rois Syuriah NU Sampang, KH Abdullah Khon dari Bangkalan, KH Jurjis dari Sumenep, KH Ahli Salim dari Pamekasan, dan KH Syaiful Jabbar dari Sampang, semua mendoakan kemenangan Prabowo.



Kita lihat mana yang akan dimenangkan Allah SWT…Jokowi kah yang bermodalkan uang? Atau Rakyat kah yang didukung doa-doa ulama، kyai, ustadz, dan habaib.

BACA JUGA  Debat Pilpres: Prabowo Sandi Sempurna Kuasai Materi

Pastinya, KH Najeh Maimoen Zubair, menegaskan, seluruh umat Islam dan seluruh rakyat Indonesia pada umumnya untuk ikut berjuang bersama memenangkan paslon 02 Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019 ini. Menurut Gus Najih, banyak kiai dan ulama di Indonesia yang telah diberi petunjuk oleh Allah SWT.

Setelah bertahajud dan bermunajat memohon petunjuk untuk memilih pemimpin yang terbaik untuk bangsa dan negara Indonesia, hasilnya tak sedikit para kiai tersebut yang menyatakan bahwa sosok Prabowo Subianto adalah orang yang tepat.

“Kiai Thaifur Ali Wafa diberi petunjuk oleh Allah bahwa kalau Indonesia dipimpin oleh Pak Prabowo, maka Indonesia bisa sakinah diturunkan oleh Allah, Indonesia diberi ketenangan oleh Allah, tapi kalau bukan Prabowo maka menjadi kocar kacir dan babak belur,” lanjutnya.



Ia menuturkan, bahwa ayahnya yakni Hadrotus Syaikh KH Maimoen Zubair selama ini kerap mendoakan Prabowo untuk memimpin bangsa dan negara Indonesia.

Bahkan, petunjuk dari Allah SWT untuk memilih paslon 02 tersebut semakin terlihat dengan adanya segala upaya yang dilakukan oleh paslon lainnya (01 Jokowi – Ma’ruf) yang selalu digagalkan oleh Allah SWT.

“Segala upaya paslon 01 yang dipaksakan tapi semua digagalkan oleh Allah SWT, bahkan ayah saya mendoakan Pak Prabowo beberapa kali. Beberapa kali loh,” ungkapnya.

Gus Najih menyatakan rasa gembiranya lantaran para kiai, ulama, dan habaib telah bersatu untuk memenangkan seorang pemimpin yang dipilih oleh para ulama, yakni Prabowo. Ia juga berharap agar Prabowo dapat mengemban amanah yang telah diberikan para ulama.

“Inilah kegembiraan saya, persatuan Islam sudah terlihat, dan kita harapkan Pak Prabowo memegang amanah ini, amanah para habaib, ulama, dan kiai. Ulama-ulama, alhamdulillah sudah mendukung, mereka istikharah,” ujar Gus Najih.

BACA JUGA  5 Tahun Lalu, Ini yang Dilakukan para Caleg Gagal

Oleh Muhammad Ali





Jurkam

Tulis Komentar

Tinggalkan Balasan