Ketika Produk dan Layanan Buruk Justru Menaikkan Omset: Studi Kasus Domino’s Pizza dan Bob Sadino

Om Bob Sadino menjadi buah bibir, sehingga dengan cepat bisa meraih pelanggan-pelanggan baru. Bisnisnya terus berkembang, hingga memiliki Kemfood dan Kemchicks.

DI TAHUN 70-an, Domino’s Pizza berusaha menggebrak pasar dengan mengadakan Sensational Offer. Lebih tepatnya Irresistible Sensational Offer/ISO (penawaran sensasional yang tidak mungkin di tolak).

Domino's Pizza

Mereka membuat promo: 30 menit pizza hangat di depan pintu Anda, atau GRATIS!

Pada awal-awal promo ini dibuka, mereka “sengaja” terlambat. Sebenarnya sebelum 30 menit sudah di depan rumah, tetapi baru pencet bel di menit 31, sehingga mereka telat 1 menit.

Dan saat mengantar tersebut, konsumen langsung disampaikan bahwa pizza tersebut gratis, karena mereka terlambat kirim… Walau pun aslinya “cuma” 1 menit.

Akibat “ulah” mereka itu, semua konsumen merasakan pengalaman yang sangat sensasional. Domino’s Pizza langsung jadi buah bibir kala itu, bahwa ternyata “benar”, kalau terlambat mereka akan menggratiskan.

Domino’s Pizza langsung berkembang dari beberapa gerai saja, menjadi ribuan di seluruh dunia.

Bob Sadino

Almarhum Bob Sadino juga pernah melakukan hal serupa. Ketika di awal-awal bisnis. Dia menetapkan promo kalau telur yang dia jual ada yang pecah, akan diganti baru.

Ketika pembelian-pembelian pertama, om Bob sengaja memecahkan beberapa telurnya. Dan ketika konsumen komplain, dia dengan sigap memberi ganti sesuai janjinya.

Layanan “purna jual” yang excellent ditambah kemampuan Bahasa Inggris yang hebat dari Om Bob itulah membuat “emak-emak” istri ekspatriat yang tinggal di Kemang menjadi loyal.

Om Bob Sadino menjadi buah bibir, sehingga dengan cepat bisa meraih pelanggan-pelanggan baru. Bisnisnya terus berkembang, hingga memiliki Kemfood dan Kemchicks.

Anda juga bisa membuat “ISO” seperti di atas. Syaratnya, Anda sudah siapkan sumber daya terbaik, yang jika memang terjadi sesuatu, Anda bisa menepati janji.

BACA JUGA  BUYBACK INDOSAT JANGAN SEKEDAR WACANA

Jangan sampai Anda menerapkan “ISO” di atas, tapi justru mengecewakan pelanggan.

Penerapan “ISO” yang bagus, membuat Anda mudah penetrasi pasar sekaligus “memurahkan” biaya marketing.

Apalagi jika Anda membuktikan kebenaran janji yang sudah diberikan dan terjadi efek WORD OF MOUTH MARKETING.

Post Author: masawep

Tulis Komentar

Tinggalkan Balasan