PELAJARAN BISNIS DARI MATI LAMPU

KEMARIN, 4 Agustus 2019, wilayah Jakarta, sebagian banten, Jawa Barat dan Jawa Tengah mengalami mati lampu massal. PLN berdalih pemadaman aliran listrik di Jabodetabek akibat gangguan sejumlah pembangkit di Jawa akibat gangguan trip yang dialami oleh Gas Turbin 1 sampai dengan 6 Suralaya. Sedangkan Gas Turbin 7 saat ini sedang dalam posisi mati (off). Selain itu, gangguan juga terjadi pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas Turbin Cilegon.

Mati lampu

Saat terjadi mati lampu tersebut, banyak aktivitas “lumpuh”. Mulai dari aktivitas komunikasi, teknologi informasi, transportasi hingga kebutuhan yang berhubungan dengan listri seperti air bersih dan masih banyak lagi.

Sangat terasa sekali bahwa kita “sangat tergantung” pada listrik tersebut.

Namun kita tidak akan bahas hal tersebut lebih jauh. Mari ambil hikmahnya dari sisi bisnis.

Pelajaran mati lampu paling penting dari sisi bisnis adalah bahwa kita : Dalam bisnis kita JANGAN SAMPAI TERGANTUNG pada satu sumber daya saja.

Misalnya…

Dari sisi SDM, jangan sampai ada karyawan kita yang jadi “superman”. Segala sesuatu tergantung pada dia. Yang kalau sampai dia tidak ada, berhentilah bisnis kita.

Hal ini pernah dialami seorang pebisnis. Dia punya “karyawan super”. Karyawan itu yang beli bahan baku, meracik, hingga melayani konsumen. Semua dia bisa.

Si owner sempat “terlena” dengan hal itu. Dia pikir bisnisnya “sehat”… “bisa jalan sendiri”… Buktinya beres dia tinggal “jadi pembicara dimana-mana”, bisnisnya tetap jalan… Begitu si “karyawan super” resign… Bisnisnya langsung down. Untungnya masih bisa dipulihkan.

Soal ini ada juga contoh lain. Di sebuat bisnis, bagian marketingnya terbukti melakukan kecurangan. Namun di sisi lain BOD-nya seperti tidak mampu memecat. Sebab memang perusahaan mereka, omsetnya sangat tergantung si marketing tersebut.

Contoh lain ketergantungan dari sisi pembeli/pasar. Pernah ada sebuah perusahaan yang kliennya Cuma 1 : PLN. Mereka memproduksi MCB plastik. Suatu ketika PLN merubah MCBnya menjadi “besi”. Langsung pabrik tersebut tutup. Karena tidak bisa punya pembeli lagi.

Dari sisi supplier juga ada contoh. Seorang pebisnis kuliner, punya satu vendor bagus untuk kue-kue kecil. Ia pun kembangkan pasar, hingga 60 titik lebih.

Namun tiba-tiba si supplier berhenti membuat kue. Dan si pebinis ini tak punya alternatif, langsung tutup bisnisnya.

Kita boleh saja punya karyawan bagus, supplier bagus, konsumen ideal… Tapi jangan sampai tergantung pada mereka. Selalu-lah membuat alternatif dan terobosan, agar bisnis kita lebih kokoh.

Setiap kita punya ketergantungan atas sesuatu. Maka selalulah waspada bahwa ada bahaya laten di sana yang bisa membuat bisnis kita ambruk kapan saja.

Sumber : Channel Tips Sukses Bisnis

……

Jika Anda ingin memiliki sebuah bisnis dengan modal paling kecil, tanpa resiko, bisa dijalankan oleh orang paling awam sekalipun, dijalankan di rumah atau kantor, silahkan klik tautan berikut:

HNI, Bisnis Halal dan Berkah dari Rumah

 

Post Author: masawep

Tulis Komentar

Tinggalkan Balasan