3: Alif, Lam, Mim – Full Movie No Sensor

3 alif lam mimSalah satu film Indonesia yang paling keren yang pernah saya lihat adalah film 3 Alif Lam Mim. Sebuah film fiksi yang mengisahkan masa depan Indonesia yang menjadi semakin liberal dan anti agama.Belakangan film tersebut diputar di sebuah stasiun televisi. Tentu saja dengan banyak sensor di sana-sini sehingga banyak pesan dan sindiran malah tidak tersampaikan. Apalagi mayoritas kita belum menonton film tersebut di bioskop.

Jika merujuk pada Al-Qur’an Alif Lam Mim merupakan satu diantara 14 huruf yang dinamakan dengan istilah “Huruf Muqaththa’ah”, ada 29 surat didalam Al-Qur’an yang diawali dengan huruf muqaththa’ah. Adapun Alif Lam Mim sendiri di dalam Al-Qur’an di ulang sebanyak 6 kali dengan menempati 6 surat yang berbeda-beda, 4 terdapat di dalam surat yang termasuk kategori surat makiyyah (yang diturunkan di Makkah) yaitu surat Al-Ankabut, Ar-Rum, Luqman, dan As-Sajdah, sedangkan 2 sisanya terdapat di dalam surat yang termasuk kategori surat madaniyyah (yang diturunkan di Madinah) yaitu Al-Baqarah dan Ali Imran.

Kisah 3 Pemuda Berbeda Profesi

Film Ali Lam Mim (3) bercerita tentang pesahabatan Alif, Herlam dan Mimbo yang tumbuh besar dan menempa latihan silat bersama dilingkungan pesantren Al-Ikhlas pimpinan Kyai Mukhlis. Ketiga memiliki cita-cita yang berbeda, Alif ingin menjadi aparat penegak hukum mengabdi pada Negara menangkap semua penjahat dan pembunuh. Hal ini dilatar belangkangi oleh kejadian pembunuhan terhadap kedua orang tuanya. Herlam ingin menjadi Jurnalis agar dengan tulisan-tulisannya dia bisa menyampaikan kebenaran. Sedangkan Mimbo ingin tetap mengabdi dipesantren menyebarkan kebaikan melalui agama dan mati khusnul khatimah.

Setelah beberapa lama akhirnya Alif Lam dan Mim masing-masing dapat mewujudkan cita-citanya, Alif menjadi penegak hukum dan tergabung dalam pasukan elit Detasemen 38 : 80-83, Lam menjadi Jurnalis di Libernesia dan Mim menjadi ustadz di Pondok Pesantren Al-Ikhlas.

Ada kesamaan dari ketiganya walaupun mereka berbeda profesi. Mereka sama-sama menjunjung tinggi nilai idealisme. Alif Lam dan Mim tumbuh bersama di Pesantren, ini akan terbukti jika kita sudah menyaksikan filmnya. Film Alif Lam Min sendiri bersetting Jakarta pada tahun 2036, tercatat sebagai film laga futuristik pertama di Indonesia.

Visualisasi Imaginasi

Sebagai orang yang awam akan bidang sinematografi, menurut saya usaha Anggy Umbara dalam menvisualkan imaginasinya tentang kondisi Jakarta pada tahun 2036 cukup mumpuni dan menarik perhatian, terlebih tentang gambaran Gadget dan teknologi yang digunakan oleh para pemainnya.Pada tahun 2036 diceritakan Indonesia telah ada dalam kondisi damai, setelah sebelumnya terjadi rentetan peristiwa dan kekacauan yang ditimbulkan oleh kelompok radikal sorban merah dan sorban hitam.

Hingga peristiwa pembumihangusan kelompok radikal tersebut oleh aparat penegak hukum, sampai akhirnya revolusi berakhir pada tahun 2026. Pihak yang saling bertentangan akhirnya mencapai kesepakatan. Aparat Negara hanya diizinkan menggunakan peluru karet dalam memberantas kriminalitas dan pada saat inilah kemampuan beladiri dibutuhkan. Para penegak hukum dan penjahat mempelajari seni ini untuk bertahan hidup.

Yang menarik dalam film 3 Alif Lam Mim digambarkan pada tahun 2036, negara dan masyarakat kebanyakan telah menganut faham liberalisme. Agama mulai ditinggalkan dan dianggap kuno. Agama dianggap memicu kekerasan dan menghalangi kebebasan, bahkan ritual ibadah seperti sholat menjadi bahan olok-olok. Islam yang tadinya mayoritas menjadi minoritas.

Alhamdulillah, saya dapat film 3 Alif Lam Mim yang utuh. Tidak disensor. Dan lebih tajam sindiran-sindirannya.

Walaupun ga mewakili Islam dengan baik, minimal cukup untuk memberikan gambaran mengenai peran aktor intelijen yang berperan dibelakang kekacauan yang terjadi. Dan adegan silatnya juga cukup menghibur.

Post Author: masawep

Tulis Komentar

Tinggalkan Balasan