NAK, GAMBAR KAMU KOK JELEK?

AYAH DAN BUNDA, ingat tidak ketika di sekolah gambar kita dinilai dengan angka? Kalau saya sih ingat saat gambar saya dulu diberi angka 6,5 atau 7. Hal ini membuat saya selama bertahun-tahun menganggap menggambar hanya sebuah pelajaran biasa, bukan cara untuk berekspresi dan mengolah kreativitas. Sangat disayangkan ya…

Gambar anak

Nah, agar anak tetap semangat menggambar atau membuat karya seni (tujuannya bukan kelak mereka jadi pelukis atau seniman profesional, tetapi mengolah kreativitas sejak dini), berikut ada beberapa tips yang bisa kita lakukan. Simak yaaa…:

1. Beri anak kertas putih yang kosong

Kertas putih kosong jauh lebih baik daripada menyuruh anak mewarnai gambar. Karena mewarnai tidak membuat anak menciptakan sesuatu.

2. Batasi komentar kita

Komentar yang negatif seperti “gambar kurang bagus” atau komentar positif berlebihan seperti “gambar kamu sangat bagus” akan membuat anak merasa dinilai. Persis seperti memberinya angka. Hal ini akan membuat anak tidak lagi mengekspresikan diri, tetapi mengikuti kemauan si penilai.

3. Jangan menebak-nebak gambar

Ketika kita tidak mengerti apa yang digambar anak disarankan tidak menebak-nebak, yang disarankan adalah menyuruh anak menceritakan apa yang digambarnya.

4. Biar anak yang memutuskan

Kadang anak bertanya: pakai alat apa? Atau ini diwarnai apa? Suruh mereka yang memutuskan, jangan membuat anak tergantung pada keputusan kita.

5. Jangan mencoba membetulkan

Ini adalah kesalahan umum, karena kita mengira gambar anak harus mirip aslinya. Padahal untuk mengolah kreativitas, yang penting adalah mengeluarkan ekspresi anak terhadap dunia sekitarnya. Jadi tak apa lho kalau anak menggambar gunung bentuknya bulat dan matahari segitiga.

6. Jangan ngajarin

Rahasia mengajari seni pada anak bukan mengajarinya, tetapi mendukung apapun yang dibuat anak. Ketika diajari, di situlah anak merasa bahwa ini benar dan itu salah. Lagi-lagi ini akan menghambat ekspresinya.

7. Fokus pada proses, bukan hasil

Bahkan tak perlu menyimpan atau memajang karya anak. Karena yang penting proses, bukan hasilnya. Menyimpan (boleh kalau bukan untuk diperlihatkan pada orang lain) dan memajang akan membuat anak merasa karyanya dinilai. Ini juga akan menghambat kreativitas.

8. Gak usah khawatir berantakan

Seni memang menabrak kemapanan dan keteraturan. Jadi kalau crayon, kertas dan lainnya berantakan, jangan langsung diomeli. Biarkan saja dulu. Bila sudah selesai baru kita minta dibereskan.

Salam Smart Parents!

Oleh: Kak Eka Wardhana, Rumah Pensil Publisher

Post Author: masawep

Tulis Komentar

Tinggalkan Balasan