fbpx

Kim Jong-un Nangis!!!

0 537

Ada hal melankolis di acara peringatan ke-75 tahun Partai Buruh Korea. Pelakunya adalah Kim Jong-un, derai air mata keluar dari sudut matanya di tengah-tengah orasi. Pidatonya yang biasanya bergelora penuh dengan kebahagiaan, kini nampak bermuram durja karena menyatakan permohonan maaf kepada rakyatnya.

Rakyat Korea Utara selalu mendukungnya, namun Kim Jong-un menangis meminta maaf lantaran belum mampu mengeluarkan negaranya dari krisis.

โ€œSaya malu karena tidak pernah bisa membayar kepercayaan kalian yang sangat besar ini dengan layak. Upaya dan pengabdian saya tidak cukup untuk membawa kalian keluar dari sulitnya mencari mata pencaharian,โ€ begitu kata Kim Jong-un sambil menangis.

Sesekali blio ambil napas, membuka kacamata, dan tepuk tangan membuncah. Siapa yang nyangka kalau supreme leader yang selalu menampilkan sisi menyenangkan, powerfull, serem tapi ramah senyum, dan lain sebagainya ini bisa menampilkan sisi sentimentilnya di hadapan kamera. Tinggal dipirang dikit rambutnya, udah jadi Uya Kuya ente, Kim!.

Ya gimana ya, ini Kim Jong-un, lho! Kim Jong-un! Bukan Oppa Gangnam Style!. Apalagi di Korea Utara, blio ini udah setara dewa, bahkan sampai dianggap bisa membaca isi pikiran tiap individu rakyatnya. Sudah sebegitu berkuasa pun, Kim Jong-un tetap punya perasaan tidak berdaya menghadapi pandemi sampai akhirnya menangis. Drama korea pun jadi agak ke utara sekarang, menjauh dari Indonesia.

Seorang yang dikenal tangan besi dan bengis bisa menitikkan air mata di hadapan tentara dan masyarakatnya itu memang luar biasa. Sebagai seorang tirani kelas wahid yang masih bertahan sampai sekarang di dunia, Kim Jong-un sadar bahwa semua rakyat mengharapkan dirinya.

Lantas, apa kabar Pakde Jokowi? Sosok yang dikenal murah senyum, bersahaja, pandai memikat hati dengan keramahannya. Apakah blio juga merasa bersedih manakala masyarakat banyak yang turun ke jalan, menyatakan persetan dengan pandemi corona, hanya demi suaranya lebih bisa didengar?

Tangis adalah pemupus rasa bersalah untuk melahirkan simpati. Nggak ada salahnya Jokowi menempuh jalan terjal seperti apa yang ditempuh oleh Kim Jong-un. Ini belum lagi ditambah blio dikelilingi orang-orang yang demen banget memunculkan banyak persoalan baru.

Mulai dari Lord Luhut yang bisa cosplay jadi apa saja, ada juga Terawan, belum dengan masalah โ€œanak-anak TKโ€ yang melabeli dirinya wakil rakyat paling terhormat seantero jagat. Yang berkat mereka, ribuan orang turun ke jalan. Melihat itu semua, tangis mungkin bisa jadi jalan ninja paling baik untuk Jokowi. Tinggal tampil ke hadapan publik, rembug bersama, lantas mewek.

Apalagi terbukti kemarin Jokowi marah-marah hasilnya zonk, Jokowi blusukin hasilnya masih zonk, bahkan Jokowi minggat ke Kalimantan ketika didemo mahasiswa pun hasilnya zonk. Cuma nangis yang belum terbukti zonk.

Melihat itu, masyarakat yang udah kadung menganggap pemerintah gagal dalam membendung pandemi dan kesejahteraan dalam cakupan yang luas, sepertinya perlu dihibur.

Jika kemarin dihibur via Via Vallen, sekarang bisalah dihibur dikit dengan tangisanmu itu, Pakde. Sedikit aja tapi, jangan banyak-banyak. Oke, mungkin Kim Jong-un bukanlah contoh yang baik. Apalagi derai air mata yang jatuh ke pelupuk matanya itu lebih banyak air mata buayanya ketimbang air mata penyesalannya.

Namun, hadirnya blio di muka publik, menyampaikan kesulitan yang dia alami, dan uluk salam kepada masyarakat Korea Utara, itu bisa dijadikan dorongan evaluasi diri lebih kuat. Atau paling tidak, ada citra kelihatan mau evaluasi diri. Soal evaluasi beneran atau nggak, ya itu urusan masing-masing.

Jadi Pakde, menangislah. Walau tendensinya bukan merasa gagal (btw, tidak ada tradisi merasa gagal dari pejabat Indonesia ya! Camkan itu, Kisanak!). Menangislah karena kelakuanmu, atau kelakuan bawahanmu itu. Menangislah karena banyak rakyat Indonesia yang sudah kelewat berharap sama sampean tapi ternyata sampean belakangan mirip-mirip aja sama yang dulu-dulu.

Menangislah, karena apapun kesalahannya, air mata lah solusinya. Tunjukan air matamu, agar kelihatan ke arah mana keberpihakanmu sebenarnya, Pakde. Kalau tak bisa, mungkin Pakde Jokowi perlu lakukan studi banding ke Korea Utara. Tentu jangan lupa ajak Pak Terawan juga.

Ya biar bisa minta diajarin sama Kim Jong-un cara menangis sekalian. Tapi ingat, diajarin nangisnya doang lho ya, bukan diajarin yang lain. Bukan minta diajarin tata cara nurunin kekuasaan ke anak sendiri misalnya. Soalnya kalau itu sih, di Indonesia banyak sudah gurunya. Iya kan Mak Banteng?

๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More