fbpx

Kisah Cermin Ajaib dan Baliho di Wakanda

0 75

“Wahai cermin ajaib, siapakah yang balihonya paling banyak seantero negeri?”

Sudah menjadi rutinitas bagi sang Ratu Wakanda bertanya kepada benda saktinya yang tergantung di dinding kamar setiap pagi agar mendapat jawaban yang menjadi mood booster. Selalu, sang cermin akan berucap jujur: “Engkaulah yang paling banyak balihonya seantero negeri, wahai Ratu.”

Baliho Puan
Ilustrasi perang baliho. (Credit: Majalah Tempo)

Tapi pagi itu berbeda. Sang Ratu mendapat jawaban yang tak biasa. “Seorang pria bernama Erlang yang paling banyak balihonya di negeri ini, wahai Ratu.”

“Apaaaa…?” Terpekik perempuan tua itu mendengar kenyataan yang tak diharapkan. Mukanya seketika merah padam. Matanya terbelalak. Tangannya kejang mengepal.

PETUGAAAAS….” teriaknya dari dalam kamar yang terletak di lantai atas istana. Suaranya meluber ke mana-mana, melewati jendela yang terbuka yang membiarkan cahaya matahari masuk, sekaligus menyajikan pemandangan yang indah di luar: para pedagang yang kesulitan usaha sejak diberlakukan ppkm.

Tergopoh-gopoh para petugas memasuki kamar, “Ada apa duhai Ratu?”

“Bagaimana bisa balihoku kalah banyak dari orang lain?”

Para petugas saling pandang. Mereka tak pernah mengurusi baliho karena bukan pekerjaan mereka. Pernah sih, tapi hanya untuk baliho seorang habib.

“Saya tidak mau tahu, baliho saya harus lebih banyak lagi!”

Para petugas menunduk sambil berpikir keras. Mereka merasa baliho sang Ratu sudah berdiri tegak di setiap penjuru Wakanda. Mau ditambah di mana lagi?

“Ayo siapkan segera!” tegas sang Ratu.

“Puan,” begitu panggilan untuk wanita yang dihormati, “apakah ada arahan balihonya seperti apa?”

“Di baliho itu harus ada kata-kata yang puitis.”

“Apa itu, Ratu?”

“Ya kamu pikirkan dong.”

Tiba-tiba sang cermin ikut bicara. “Saya punya ide.”

Ratu pun girang. Bila benda keramat itu sudah bersuara, akan ada arahan yang tepat. “Wahai cermin ajaib, mohon petunjuk seperti apa kata-katanya?”

“Gunakan idiom ‘kepak sayap‘. Puitis bukan?”

Semua yang ada di kamar terpesona mendengarnya.

“Luar biasa idemu, wahai cermin. Tapi mengapa harus ada sayap?” Sang Ratu penasaran.

“Supaya gak tembus ke samping.”

“Ooooooh….” serempak semua orang di ruangan itu menganga mendengar penjelasan yang sangat briliyan dari cermin ajaib.

Maka, sejak itu baliho Sang Ratu pun diperbanyak dengan menorehkan tulisan ‘sayap’. Dan ratu pun hidup bahagia selamanya.

Zico Alviandri

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More